Jejak Syukur

Jurnal perjalanan keluarga

Setiap langkah kami tinggalkan jejak syukur.

Kami satu keluarga — ayah, ibu, dan lima anak — yang berjalan pelan dari satu tempat ke tempat lain. Web ini menyimpan apa yang kami lihat, apa yang kami rasakan, dan pelajaran yang kami bawa pulang.

Perjalanan
02
Titik lokasi
10
Anggota keluarga
07

Kenapa web ini ada

Sebuah arsip kecil tentang perjalanan dan rasa cukup

Tiga hal yang kami pegang setiap kali menulis di sini.

01

Mencatat, bukan memamerkan

Setiap perjalanan kami tulis apa adanya: yang indah, yang melelahkan, dan yang membuat kami belajar. Anak-anak kelak bisa membacanya sebagai arsip keluarga.

02

Menutup dengan syukur

Tiap cerita punya bagian "Hikmah & Syukur" — satu paragraf yang memaksa kami berhenti sebentar dan menghitung nikmat yang sering terlewat.

03

Berguna untuk keluarga lain

Rute, biaya, dan pertimbangan membawa anak kecil kami tulis sedetail mungkin, supaya keluarga lain tidak perlu mulai dari nol.

Perjalanan terbaru

Yang baru saja kami lalui

Catatan terakhir dari jalan yang kami tempuh bersama.

Kabut tipis menutupi kawah Papandayan pada pagi hari

Jawa Barat · 3 hari

Papandayan & Cipanas Garut

Pendakian keluarga pertama kami dengan formasi lengkap: dua orang tua, lima anak, satu carrier penuh camilan. Naik sampai Hutan Mati, turun ke kolam air panas.

Perahu kayu bersandar di pasir putih Pulau Tabuhan dengan air laut jernih

Jawa Timur · 4 hari

East Java: Banyuwangi, Ijen & Pulau Tabuhan

Perjalanan terjauh kami sejauh ini. Naik kereta semalaman, mendaki Ijen dengan formasi terbelah, lalu menyeberang ke pulau kecil yang hampir kosong.

Tulisan terbaru

Belajar Berhenti Sebelum Puncak

Tegal Alun tinggal satu tanjakan lagi ketika kami memutuskan berbalik. Butuh waktu lama bagi saya untuk menerima bahwa itu bukan kegagalan.

20 Agustus 2026 · 2 menit baca

Baca cerita